Selasa, 01 September 2015

Untuk Kamu yang Tengah Mencari Ilham/Inspirasi dalam Menulis



Apa itu ilham atau inspirasi bagi penulis?
Ilham menurut wikipedia adalah pikiran (angan-angan) yang timbul dari hati; bisikan hati. Sesuatu yang menggerakkan hati untuk mencipta (mengarang syair, lagu, dsb.)
Inspirasi adalah kondisi yang secara istimewa mendatangkan pelbagai bentuk kegiatan kreatif manusia. Ini dikarenakan manusia mengalami suatu penerangan dalam pikirannya. Pikiran yang diterangi ini mendorong orang bersangkutan menghasilkan banyak karya kreatif. Berkat kekuatan atau dorongan inspirasi itu serta kegembiraan yang diperoleh darinya, seseorang menjadi mampu memusatkan seluruh kekuatan rohaninya pada apa yang ia kerjakan. Pemusatan perhatian yang begitu besar pada apa yang dikerjakannya menjadikan ia produktif.



Itulah pengertian ilham atau inspirasi. Lalu, apakah benar seorang penulis membutuhkan ilham/inspirasi untuk mencipta karya-karya terbaiknya? Saya berani bertaruh, tanpa ilham atau inspirasi tak akan ada karya. Ilham inilah yang mendorong kita menciptakan karya. Karya dengan ilham adalah awal membuat karya yang sesuai dengan keinginan hati alias karya yang memang dibuat karena kesenangan hati. Apabila hati senang menuliskannya, maka penulis akan leluasa mencipta karya, tanpa beban, tanpa paksaan, tanpa malas.
Nah, bagaimana caranya agar mendapatkan ilham atau inspirasi? Memang, menulis tak melulu harus menunggu ilham/inspirasi. Kata seorang penulis, menunggu ilham atau inspirasi hanya membuat menghambat produktivitas. Benarkah? Lalu apa yang akan ditulis jika hati tak menghendakinya? Saya jamin tak akan ada dorongan semangat jika asal-asalan menulis.
Nah, bagaimana mendapatkannya? Yang paling utama penulis harus punya buku catatan plus pulpen yang akan dibawa kemanapun penulis pergi. Lalu, lakukan hal-hal ini :
1. Banyak membaca
Bacalah karya apa saja, jangan pilih-pilih. Kebanyakan penulis mendapat ilham/inspirasi setelah membaca. Setiap pengetahuan yang kalian baca, setiap cerita fiksi kalian baca akan memncing otak untuk menarik ide terbaru. Ketika otak sudah membayangkan sebuah cerita yang masih samar, berhentilah sejenak, biarkan otak mengarahkannya, setelah jelas, tulislah di buku catatan. Ide apa yang terlintas. Tulis saja. Itulah keajaiban membaca. Akan banyak ide-ide beterbangan setelah kalian menelusuri kalimat demi kalimat dalam bacaan.

2. Menonton Film.
Menonton film juga akan sangat membantu dalam mendapatkan ilham atau inspirasi. Ketika kalian menemukan kalimat-kalimat bagus di dalamnya, langsung catat dalam buku catatan. Siapa tahu dari kalimat itu akan muncul premis yang menjadi sumber ide besar dalam novel yang akan dituliskan. Atau, buktikan saja setelah selesai menonton film, tunggulah, pasti otak akan mengarahkan pada ide-ide terbaru, lalu catatlah.
3. Bersosialisai tanpa memilih
Lakukan pengamatan terhadap tingkah laku siapa saja yang kalian kenali, atau bahkan cobalah untuk berkenalan dengan orang baru. Kalian akan menemukan bank karakter yang banyak di sana. Jika orang itu adalah orang yang senang mengeluarkan kata-kata bijak atau pemikiran-pemikiran yang luar biasa, catatlah. Saya yakin, banyaknya karakter manunisa yang terekam dalam otak akan membantu saat menguatkan karakter untuk tokoh fiksi yang kalian tuliskan nanti. Atau, dari salah satu karakter mereka yang unik menurutmu itu, akan memancingmu membuat suatu cerita tentangnya.
4. Mengunjungi tempat-tempat yang belum dikunjungi.
Kunjungilah tempat-tempat yang kalian belum pernah ke sana. Akan banyak kejutan yang akan kalian dapatkan di sana. Sesuatu yang baru yang kalian lihat di sana akan membuatmu tergugah untuk mengisahkannya. Siapa tahu, tempat itulah yang akan menjadi tempat dalam ceritamu.
5. Jadilah pendengar yang baik.
Cobalah untuk diam sejenak. Bila bertemu orang-orang terdekat, pancinglah untuk dia cerita apa saja tentang dirinya (curhat), dengarkanlah, siapa tahu dari cerita-cerita mereka, keluhan-keluhan mereka, kamu menemukan si ilham/inspirasi. Tentunya, siapkan catatannya.
Nah, masih banyak sebenarnya, tapi dari lima cara di atas perlu kamu praktekkan. Ketika rajin kamu praktekkan, lihatlah buku catatanmu, berapa banyak ide di sana yang kamu tuliskan. Pilih salah satu yang paling ingin kamu tuliskan, lalu tulislah dalam bentuk novel atau cerpen seperti yang kamu kehendaki. Ketika kamu tengah menyelesaikan tulisanmu, kamu akan tersenyum karena masih banyak ide-ide yang tersimpan di buku catatanmu.
Buku catatan inilah yang disebut 'Bank Ide'.
Lalu ketika kamu tidak mendapatkan ilham atau inspirasi, kamu akan menulis apa? Mentok bukan?
Selamat menulis.

Hidup Ini Indah Kesehatan Komunitas Penulis Indonesia Grup Mesra Pustaka Online

1 komentar:

Chaedar Rizal mengatakan...

Bagus Bang penjelasannya. Tentang Bank Ide. Aku juga suka ngelakuinnya :)